Kronologi Penembakan Turis Jerman di Jayapura

Kompas.com - 29/05/2012, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang turis warga negara Jerman, Dietmar Pieper, (55) menjadi korban penembakan orang tak dikenal di Pantai Base G, Jayapura, Papua.

Ia ditembak saat berada di. di Pondok Wisata Port Numbay, Distrik Japut, Kelurahan Tanjung Ria, Selasa (29/5/2012).

Kejadian terjadi pada pukul 11.30 siang tadi, saat Dietmar baru usai berenang dengan istrinya di pantai tersebut sejak pukul 08.00 WIT.

"Pelaku turun dari mobil. Mereka datang dua mobil avansa dan satu mobil lagi. Saat turun itulah baru menembak korban dengan jarak 5 meter," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua AKBP Yohanes Nugroho saat dihubungi wartawan.

Pelaku menembak Dietmar satu kali, di bagian punggung. Saat Dietmar berbalik arah, pelaku kembali menembakinya di bagian rusuk kiri dan paha sebelah kiri.

"Saat ini korban masih di ruang operasi," lanjut Yohanes.

Sejauh ini, kata Yohanes, polisi baru memeriksa dan meminta keterangan beberapa saksi saat kejadian di antaranya istri korban, Eva Medina asal Jerman, Romario Kunep, Patrik Mano dan. Telda Yakadewa. Belum diketahui motif penembakan WNA tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau